pujanggaku hilaang!


hikkkk!!!

hari ini pujanggaku hilang…. ngga ada lagi deh yang bisa diajak buat sharing puisi,*secara dia masternya gitu looohh..

tapi sebelum pujangga bener2 pergi, pujangga nulis email yang judulnya “semacam pamitan”…

di email itu dia bilang :

Temans, hidup memang bukan pasar malam, kata seorang tokoh novel Pramoedya
Ananta Toer, tapi mungkin hidup ibarat kereta api. Sepur -kereta api-
bukan hanya sebuah sarana perjalanan, tapi juga sebuah ruang pertemuan
dengan orang lain yang bergerak dari dan ke tempat yang berbeda, semacam
kebersamaan dan kesendirian yang tak kekal

Baca tulisan itu bikin otak gue mikir, kayak tercuci lagi…semua orang di dunia itu berada di ruang dan waktu yang berbeda, dan punya tujuan yang berbeda juga…termasuk aku!

Makanya orang hidup itu harus terus bergerak, bergerak utk maju…

Kalo kita stuck, bukan berarti harus bener2 berhenti…biarkan hanya jadi ‘jeda’ sejenak saja, untuk istirahat…*istirahat otak, istirahat badan, biar bisa mikir lagi…”abis ini mau kemana ya?…”

…menyerah terhadap perjalanan waktu sama aja menyerah utk menjalankan roda hidup kita lagi…

Jadi percuma dong kita dikasi umur untuk hidup…sia2!

Balik lagi ke pujangga, pujangga bilang ‘kalo semua orang yang kita temui di kereta itu –manusia dari bulan-…’. Kita ngga kenal mereka, dan mereka juga ngga kenal kita…tapi sejalannya waktu bersama dalam ruang kereta yang bergerak, kita bisa transformasi batin sampai pada akhirnya kita tiba di stasiun tujuan, ada perasaan berat hati utk berjalan beda arah…dan kita harus bergerak lagi ke arah tujuan kita masing2…*huufff…I always hate to say ‘good bye’…apalagi ‘I am gonna miss u’…-better say ‘see ya!!-

So…

Dear pujangga…

Aku masih bergerak terus bersama kereta ini, meski berat hati merelakan dirimu utk singgah di stasiun ini…tapi…THANK GOD FOR THE LATEST TECHNOLOGY!!!!

Tlp2 yaaa….email2an lagiiii….kita ‘perang’ puisi lagiiiii….

 

Gud luck for u!

Pujangga pamit di hari jum’at, 22 agt 2009

through the windowthrough the window (for manu times...)

Advertisements

One thought on “pujanggaku hilaang!

  1. yuk mari. memuliakan kehidupan. meski hidup adalah menunggu mati. sembari menunggu, kita manfaatkan hidup untuk sesuatu yang berguna. entah untuk siapa saja. kadang hidup hanya memberikan satu pilihan. jadi, berikanlah apa yang bisa kau beri. hanya memberi perbuatan yang tidak akan kena hukuman.

    tabik,
    gieb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s