:: rindu pada jalan ::


senyum itu tersimpul

pada ujung bibir yang sedikit pecah pecah

“mari sini” katanya,

lihat pada lekak lekuk jalan itu

pada pemberhentian

pada persimpangan

pada sisa basah hujan

pada jejak

pada cerita jalanan itu sendiri

 

jalanan dimana kita akan kemana

dan jalanan dimana kita akan kembali pulang

 

“sudah kau telusuri?” tanyanya

aku mengangguk tanpa rela untuk kusudahi

jalanan itu ingin kulangkahi lagi dan lagi

walau kusadari semuanya tak lagi sama

tiang listrik yang berkarat

pohon yang kian meninggi

hingga senyum yang tak dapat kunikmati lagi

 

v.z

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s