:: Parade Waktu ::


detik tak lagi terdengar tik tok tik tok…

bergulir layaknya gemericik air yang mengalir,

bukan dalam bisu…tetapi dalam alunan yang menyejukkan…

 

hari tak lagi berputar lama,

matahari baru saja menyapa pagi tadi,

tanpa jeda… berganti bulan yang menyambut selamat malam…

 

detikku menjadi tahun yang bergulir meninggalkan semburat kerutan di wajahku,

tak ada yang berubah… senyummu, pelukmu, dan hangatmu…

 

detikku terasa menahun dikala aku menunggumu,

untuk kembali pulang… 🙂

 

P.i.y.u…

v.z.n

::benci bukan untukku


Ketika aku membenci diriku,
Maka dunia pun ikut mendukung…
Berputar sesuai poros benci,
Lalu matahari  menyengat penuh murka…

Baju mencengkeram erat dan mencekik,
Lipstik tak mau memadankan diri,
Dan sepatu seakan menghukum jemari kaki…

Ketika aku mencintai diriku,
Dunia bersorak sorai…
Menghadiahiku pelangi,
Dan bintang menyambutku sebagai bagian dari mereka…

Gaunku menjatuhkan dirinya pada tubuhku sempurna,
Cermin menyapa dengan pantulan senyuman…
Selamat datang cinta dalam diriku….

V.z Noviardo

::cerita di pagi yang baru


Suatu pagi, 
Dengan semerbakmu di setiap pagi…
Dan siluetmu yang tarpapar matahari…

Aku tak ingin beranjak,
Menikmati dan merunut mimpi,
Dan tak sabar untuk direalisasi…

Mari berpautan,
Agar do’a dan kekuatan… 
Selalu memenuhi hari dan rumah yang kita bangun dengan mimpi…

Vitri Zada Noviardo

:: lelahku bukan untukmu


sebut saja aku gila,

aku sakau,

aku ketergantungan!

.

pada dirimu yang tak pernah lepas dari ingatanku…

pada rona jinggamu yang menjadi pelangiku…

pada sentuhanmu yang menjadi penghangatku…

.

aku mencarimu…

aku ingin dirimu!

.

aku berjalan menyusuri jejak langkahmu,

bahkan berlari ketika jejakmu mulai tersapu,

tak ada kompromi untuk waktu!

.

aku tak akan lelah,

lelahku bukan untukmu.

lelahku hanya untuk tertidur sejenak,

membiarkan mimpiku menghidupkan kembali sosokmu…

…hingga kau dipelukku.

*inspired by i’m only sleeping photograph from Djauawarman Alamprabu’s book…’The Streets of Netherlands’

VitriZadaNoviardo

:: legenda


dulu ada cerita duka…

kisah cinta antara dua manusia.

walau tak dari dunia yang beda,

namun mereka tak dapat bersama…

.

kini aku membuat cerita yang baru…

akan rasa yang aku punya,

berawal dari rasa mengiba,

akan dia yang tak pernah berdua…

tak pernah ada rasa…dan tak pernah ada warna…

.

aku berasal dari dunia yang beda,

mencintai yang tak mungkin kupunya,

cintaku pada yang tak punya jiwa…

.

andai dewi cinta memahami jiwa,

sudikah kiranya ia menghidupkan sesuatu yang mati?

menghidupkan cinta dari jiwa yang mati…

.

aku akan menghapal mantra,

menukar jiwa,

menutup mata,

sekedar untuk memiliki cinta…

.

.

*inspired by ‘the snowman and the swan’s photograph’ from Alam Prabu’s book The Street of Netherlands…

VitriZadaNoviardo

:: luka


jika saja,

semua kata-kata tak ditakdirkan untuk menyakiti…

dan hati tak mengerti caci dan maki,

maka luka tak akan pernah ada…

 

jika saja,

setiap cinta buta akan tulisan derita,

dan cinta tuli akan cerca,

selamanya cinta tak akan mati…

 

jika saja aku yang tak paham akan rasa sakit di hati dan air mata…

 

v.z noviardo

::kesempatan yg hampir mungkin… ::


Aku pembohong ulung…
Aku si tukang manipulasi yang hebat!
Katamu tak dapat lagi kubedakan mana yang palsu dan mana yang benar…
Kata-kataku sudah bercampur semu…

Lalu aku merasakan kamu,
Yang tak dapat terucap lewat kata-kata…
Setahuku,
Sedari dulu hati tak pernah kuajari berbohong…
Bukan tak pernah,
Tapi hati menolak untuk bersekutu!

Lalu hati berucap melalui kata-kataku…

..
.
Tapi tampaknya mulutku terlalu busuk untuk dilalui perasaan yang ada di hati…
Hingga hati pun tak lagi dapat kau percaya…
.
..

Seandainya hati dapat berkata sendiri tanpa harus melalui mulutku…
Dan tak lagi sendu walau mulutku terkatup rapat-rapat..
Seandainya kesempatan selalu datang
untukku,
Si pembohong yang ingin berkata benar…
.
Pasang telinga hatimu,
Mungkin hatimu dapat mendengar walau mulutku terkatup…rapat-rapat…
.
V.Z

*dikala kata-kata sudah tak mampu lagi untuk mengungkapkan…